Seminar Nasional Internal Audit (SNIA) 2018 di Hotel Tetrem, Yogyakarta tanggal 17-19 April 2018

badar 18 Apr, 2018 BERITA

 

 

C360_2018-04-18-10-26-58-376

Bapak Sekretaris Inspektorat Jenderal (Ir. Abdul Hakim, M.For., St) Wisudawan QIA (Qualified Internal Auditor) Pada Seminar Nasional Internal Audit (SNIA) 2018.

C360_2018-04-18-10-27-24-256

Seminar Nasional Internal Audit Tahun 2018 (SIA 2018) merupakan seminar tahunan yang diselenggarakan oleh YPIA, SNIA 2018 merupakan bentuk kepedulian YPIA sebagai pusat penelitian dan pengembangan internal audit dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Internal Auditor Indoesia. Desain SNIA 2018 memastikan bahwa seminar ini mencangkup pembahasan isu-isu terkini yang relevan dan memenuhi kebutuhan audit internal pada berbagai tingkatan, baik yang bekerja pada perusahaan maupun organisasi sektor publik. SNIA 2018 membahas empat ruang lingkup utama audit internal yaitu risk management, internal control, corporate govermance, dan anti-froud.
Selain untuk mengupdate pengetahuan para peserta, SNIA juga dimaksud untuk melaksanakan wisuda para QIA baru dan juga sebagai sarana networking untuk para Auditor Internal Indonesia.

C360_2018-04-18-10-28-20-856

The Auditor of The Future Trusted & Influencing Advisor
(Memelihara Nilai-nilai Budaya, Terpercayadan Berwawasan Masa Depan)
Tidak ada yang tetap di dunia ini, kecuali perubahan. Demikian pula Audit Internal juga mengalami perubahan paradigma, yang tidak lagi hanya berfungsi membantu manajemen puncak (top management) dalam pengaman aset (safeguard of assets) organisasi dan mengawasi jalannya operasional organisasi, terutama dari aspek pengendalian (control). Audit internal kini berupaya memberikan nilai tambah melalui pemberian advis dan wawasan (insight), khususnya yang berkaitan dengan Governace, Risk dan Control di tengah perubahan lingkungan yang sangat pesat, antara lain dengan memasuki era digitalisasi. Untuk dapat menjalankan fungsinya secara efektif, penting bagi Audit Internal untuk selalu mendapatkan kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingannya.
Kepercayaan bukanlah suatu hal yang biasa didapatkan bagitu saja, melainkan melalui suatu proses dengan upaya keras dan sungguh-sungguh. Selanjutnya, untuk menjaga dan mempertahankan kepercayaan yang telah berhasil direngkuh, adalah suatu tantangan yang tidak kalah hebatnya. Bagi Auditor Internal, kepercayaan tidak hanya perlu dukungan kompetensi yang memadai, namun terlebih penting lagi perlu dimilikinya sikap mental yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang positif, antara lain kejujuran, integritas, objektivitas, dan menjunjung tinggi etika, sehingga dalam bekerja, secara konsisten mengedepankan kecermatan profesional (due professional care)
Dalam budaya Jawa, dikenal pribahasa “Ngundhuh wohing pakarti” yang mengandung arti “memanen buah dari pekerjaan/tindakan:. Secara umum peribahsa ini ingin mengajarkan tentang manusia yang akan menuai hasil dari buah tindakannya sendiri. Kepercayaan terhadap Audit Internal adalah buah dari kinerja yang didukung oleh perilaku dan kompetensi yang selalu ditingkatkan secara berkelanjutan, agar tetap relevan, sejalan dengan perubahan yang terjadi seiring perkembangan jaman. Kepercayaan dari para pemangku kepentingan akan berjalan beriringan dengan kemampuan mempengaruhi, kemampuan memberi dampak, kemampuan memberi nilai tambah untuk peningkatan kinerja organiasasi.
Inilah yang mendasari tema utama Seminar Nasional Internal Audit 2018: The Auditor of The Future: Trusted & Influencing Advisor.”
Auditor dimasa depan adalah auditor yang memiliki wawasan luas, akrab dan mampu memanfaatkan teknologi, sekaligus juga mampu tetap memelihara nilai-nilai budaya dan menjaga kepercayaan terhadapnya. SNIA 2018 mengambil tempat di Yogyakarta, kota yang sangat terkenal dengan kultur dan budaya dan budi pekerti luhur yang tetap selalu dijaga sambil mengejar cita-cita kemajuan bangsa.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *