Melalui Virtual, Itjen KLHK Adakan Halal Bihalal

Senin, 9 Mei 2022

Jakarta, Inspektorat Jenderal Kementerian LHK mengadakan Halal Bihalal Virtual (hybrid) mengusung tema “Dengan Semangat Halal bi Halal 1443 H Kita Wujudkan Sinergitas Pegawai Inspektorat Jenderal KLHK berAKHLAK.” Dalam kesempatan ini, Inspektur Jenderal Laksmi Wijayanti mengucapkan "Selamat Hari Kemenangan Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Alhamduliilah, kita sudah menyelesaikan satu ibadah yang diakhiri hari kemenangan idul fitri. Dan kita baru saja menyelesaikan cuti Bersama yang maknanya lebih dari apa yang dirasakan, bermakna buat kita semua. Apa itu maknanya? Kita bersilahturahmi dengan sanak keluarga, moment cuti bersama yang panjang ini, itu adalah charging bagi Bapak/Ibu semua yang harus dimanfaatkan, bagimana memanfaatkanya? Adalah Bapak/Ibu membuka hati, bertemu keluarga, sebentar saja melupakan tugas pekerjaan, mengapa ini penting, karna saya pribadi bisa merasakan betapa pentingnya kita kembali diingatkan, kita berkerja itu untuk siapa? Dan tidak ada yang lebih penting dan harus dilaksanakan dengan seikhlas-ikhlasnya untuk ingat bahwa semua yang akan kita kerja (tugas-tugas) adalah juga untuk keluarga, teman-teman dan bangsa Indonesia."

"Betapa saya bersyukur bisa bekerja sebagai APIP di Itjen KLHK, berkarya dan betugas disini karna ini adalah bagian bagi ibadah kita, tujuannya mulia dan keberpihakan kita jelas.  Maka mohon sekali lagi dibukakan pintu maaf, dan keikhlasan, paham ini adalah kenikmatan bahwa kita bisa bertugas disini, misinya adalah menciptakan, berkontribusi pada perbaikan kualitas hidup umat manusia dan kita sebagai APIP adalah untuk menjaga semua itu dilakukan atas prinsip-prinsip baik, benar dan dapat dipertanggungjwabkan . Atas nama pribadi dan keluarga maupun Inspektur Jenderal KLHK mengucapkan, “Mohon maaf yang sebesar-besarnya, mohon dibukakan pintu keikhlasan untuk kita bersama-sama melanjutkan tugas kita,” ujarnya, Senin (09/05/2022).

Dihadiri ratusan ASN Itjen KLHK via daring, tradisi Halal Bihalal yang selalu melekat usai perayaan Hari Raya Idul Fitri, adalah sebuah ajang silaturahim dan maaf memaafkan yang dapat mempererat tali persaudaraan, juga sebagai sarana menambah ilmu agama. Acara Halal bi Halal virtual ini dilanjutkan dengan tausiyah dari Ust. Muhammad Sanusi. Dalam tausiyahnya Ust. Sanusi menyampaikan bulan Syawal ini adalah momentum yang paling tepat bagi kita saling meminta maaf kepada sesama walaupun meminta maaf ini bukanlah pada bulan Syawal saja, kapanpun dimana pun dengan siapapun kita berjumpa hendaklah kita saling memafkan.

“Sebesar apapun dosa yang dilakukan oleh manusia, maka rahmat Allah lebih besar daripada dosa manusia”

“Orang yang tobat dari suatu dosa maka seoalah-olah dia tidak pernah melakukan dosa, seperti bayi yang baru dilahirkan oleh Ibunya.”

Surga itu disediakan bagi mereka-mereka yang bertakwa, apa itu takwa? Takwa adalah melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah. Takwa adalah ending daripada Ibadah Puasa, di dalam al-Quran surah Ali Imran ayat 183. “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Apakah ketakwaan itu temporer, sewaktu-waktu saja di bulan ramdahan, apa ketakwaan itu menjadi abadi setelah bulan Ramadan? Jika setelah Ramadan masih bisa puasa sunah, berinfak, masih bisa melakukan amal ibadah lain. Maka ketakwan itu adalah ketakwaan abadi.

Ciri-ciri orang yang bertakwa :

  1. Mereka yang menginfakkan hartanya kejalan Allah

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. ” (QS Ali-Imran: 133-134).

Surat al baqarah ayat 261 menjelaskan kepada kita betapa pentingnya dan manfaat berinfak di jalan allah. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

2. Menahan emosi

Orang yang bertakwa adalah mereka yang sanggup menguasai diri di kala marah sedang memuncak. Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang tidak gampang dikuasai oleh amarahnya. Tingkat kesabaran mereka luar biasa, sehingga saat marah ia masih mengalahkan nafsu amarahnya. 

3. Memaafkan kesalahan

Kesalahan seseorang kepada orang lain adalah merupakan dosa yang berhubungan langsung dengan sesama. Dosa seperti ini baru bisa dimaafkan jika seseorang yang disakiti mau memberikan kata maaf. Namun, jika tidak, maka selamanya dosa itu tidak akan terhapus, bahkan Allah pun tidak akan memberikan pengampunan terhadap dosa tersebut.

4. Mengerjakan kebaikan

Orang-orang yang bertakwa itu selalu melakukan kebaikan. Mereka tidak suka dengan perbuatan kemungkaran yang bisa menimbulkan kemuzaratan. Bukanlah termasuk orang-orang bertakwa jika seseorang itu selalu berbuat kerusakan.

5.  Mohon ampun atas kesalahan

Ciri-ciri orang yang bertakwa, jika mereka cepat-cepat menyadari kesalahan yang diperbuat, lalu beristigfar, memohon ampun kepada Allah. Sementara yang bukan orang bertakwa, jika saat salah ia tidak sadar, atau jika pun sadar namun tetap ia jalani kesalahan itu tanpa ada niatan untuk beristigfar memohon ampun kepada Allah dan memperbaiki diri.

"Seorang ASN harus nenjadikan niatan utama dalam bekerja adalah sebagai ibadah untuk kemaslahatan umat” pungkas Ustadz Muhammad Sanusi. (R.Putra)


BAGIKAN

BERI KOMENTAR