TIM INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN LHK TINJAU PENANAMAN MANGROVE

Senin, 6 September 2021

BANGKA BELITUNG - Auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meninjau langsung lokasi pelaksanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) program Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PKPRM) di Provinsi Bangka Belitung. Pelaksanaan PEN PKPRM ini berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa Cerucuk.

Menurut Andri Gunawan selaku Pengendali Teknis (Dalnis) mengatakan, “Program PEN PKPRM ini diselenggarakan untuk mengakselerasi upaya perbaikan, pemulihan, peningkatan kondisi ekosistem Mangrove di seluruh Indonesia yang awalnya ada di sembilan Provinsi, salah satunya Provinsi Bangka Belitung."

Andri Gunawan melanjutkan "Penyediaan bahan, mulai dari benih dan lainnya dilakukan oleh masyarakat yang dibiayai oleh Kementerian LHK. Fungsi utama penanaman ini untuk penanganan bencana alam, seperti abrasi, tsunami dan lainnya. Dan disisi lain ini juga masuk program Pemulihan ekonomi masyarakat dan penanganan di masa pandemi Covid-19.
Tentunya dapat menjadi stimulus perekonomian bagi masyarakat di sekitar ekosistem mangrove dan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional, melalui pemberian kesempatan untuk berusaha dan melakukan aktivitas yang dapat memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat di sekitar ekosistem magrove tersebut."
tandas Andri Gunawan.

Pada kesempatan ini, selain mengawal dan mendampingi Kelompok Peduli Lingkungan Desa Batu Beriga, Tim Itjen Kementerian LHK juga ingin memastikan apakah target pekerjaan penanaman 50.000 bibit mangrove diarea lahan seluas 10 hekter sudah dilaksanakan. Begitupun dilokasi penanaman lainnya yang tersebar di sembilan lokasi Kabupaten. 
Tim memandang bahwa lahan seluas 10 hektar ini secara rumpun dan tanaman sudah terpenuhi, dan masyarakat juga senang melakukan pemeliharaannya. 

Dilokasi lain, tepatnya di Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Bangka Belitung. Tim menilai perangkat desa dan Program Kerja Masyarakat (Pokmas) Tanjung Perabes, telah menjalankan program pemerintah ini dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan telah terealisasinya penanaman seluas 17 Ha lebih dan masih terus berjalan.

Sama halnya di Desa Batu Betumpang, masyarakat khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mercusuar Desa Batu Betumpang sudah melakukan penanaman mangrove dan proses penanamanya sudah sesuai target dengan besaran lahan seluas 50 hektar yang ditanam di lahan hutan pantai Desa Batu Betumpang.
Total mangrove yang ditanam oleh Pokdarwis Mercusuar Desa Batu Betumpang sebanyak 165.000 batang dengan jenis Mangrove Rhizopora sp.
Kegiatan yang diawai dengan menyiapkan bibit dan menyiapkan kebutuhan tambahan seperti kayu-kayu penyanggah bibit bakau ini, dalam prosesnya tidak hanya dilakukan oleh Pokdarwis Mercusuar Desa Batubetumpang saja, namun juga melibatkan masyarakat setempat termasuk ibu-ibu.
Khusus di Kabupaten Bangka Selatan saja total luas lahan yang dimanfaatkan dalam program PEN Mangrove ini sebanyak 530 hektar.

Pelaksanaan program PEN PKPRM ini didanai dari anggaran Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Badan Restorasi Gambut (BRG) yang pelaksanaannya dilapangan dibantu oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Pemantaun ini juga bertujuan untuk memastikan masyarakat benar-benar mendapat bantuan dalam program kegiatan ini, dan untuk mengetahui apakah ada kekurangan atau tidak dalam pelaksanaan dilapangan, sekaligus mencegah kecurangan dalam pelaksanaanya.

[Penulis : Romi ]

 


BAGIKAN

BERI KOMENTAR